Kamis, 03 November 2011

Perang

“Kenapa? Kau sakit?”
Kau hanya diam. Sambil menahan batuk susulan.
“Astaga, kau muntah. Itu darah.”
Kau terbatuk-batuk lagi. Dari mulutmu keluar cairan kental.
“Ah, warnanya jingga. Seperti senja. Tidak, ini sedikit ungu. Ayo ke dokter.
Aku memapahmu sampai ruang periska. Dokter bekerja. Matanya miring ke kiri. Tapi hanya sebentar. Lebih lama saat menunjuk sudut atas kanan. Dia pasti menghayal. Berimajinasi. Kemudian memberi resep biasa.
“Saya sakit apa dok,” tanyamu.
“Cuma kelelahan. Kamu merokok?”
“Tidak, dok.”
“Banyak-banyak minum air putih ya.”
Aku mengiringmu hingga apotik. Ku saksikan obat biasa yang kau terima. Amoxilin dan sebagainya. Di seberang rumah sakit kembali kau terbatuk darah. Keluar dari mulutmu warna jingga unggu.
“Ah, aku yakin ragamu baik-baik saja.”
“Tapi kau tahu, aku begitu lemas.”
“Coba kau pejamkan mata. Lihatlah ke dalam jiwa. Mungkin kau akan dapat jawaban.”
Sebuah medan gersang. Porak-poranda karena perang. Bau hangus letupan meriam. Asap hitam mengepul. Membumbung menjadi awan. Telah terjadi pertempuran besar dalam jiwamu. Tujuh dari sembilan jiwa sedang siaga. Menghadapi pertempuran selanjutnya dengan senjata rahasia.

Ciputat, Student Center-UIN Jakarta, 2 Nov 2011, 09.40

Related Posts:

  • Transit atawa persinggahan Normal 0 false false false IN X-NONE AR-SA … Read More
  • Bapak Tua Penjual Arah 2 Hari masih terang. Mentari yang condong ke barat menurunkan derajat panasnya. Aku memandangi kegiatan bapak tua penjual arah melayani pembeli ata… Read More
  • Penghianat Musik “Sok filosofis!” ucapmu membuatku tercengang. Kukira kau akan suka saat kuputar tembang-tembang dengan lirik mendalam penuh perenungan kehidu… Read More
  • Buat Lu, Normal Nggak PerluMata terbuka. Dari jendela, di luar tampak gelap. Adzan baru saja sayup-sayup ku dengar dalam keadaan setangah tidur. Aku bangun dan bergerak ke ruan… Read More
  • Bapak Tua Penjual Arah “Sejauh-jauh perjalanan hanya untuk kembali.” Entah sejak kapan kalimat itu sering terngiang di kepala. Namun aku terus mengayunkan kaki. Melang… Read More

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html