Kamis, 04 Agustus 2016

Dunia Paralel


Kuangkat kaki berlunjur di atas kursi di depanku.
Kuijinkan kakimu bertumpu menimpa pergelangan kakiku.
Kita bercerita tentang dunia paralel.
 Kau bukan pecinta kopi hitamku, tapi caffelate caramel.
Kukira awal, ternyata akhir.
Kakiku terkilir.

Related Posts:

  • Kertas PutihJangan kau kira bahwa kertas putih itu kosong. Dia adalah raksasa yang harus kau serang dan kalahkan dengan jurus jurus yang kau arahkan ke sisi kanan… Read More
  • AlumniTak seperti apapun, tak serupa manapun. Terimakasih besar telah menjadi bagian indah waktu tempuhku di dunia. Sudah pasti aku akan merindukan,entah ka… Read More
  • Selamat Jalan Baiklah, selamat tinggal. Nikmatilah lebaran atas puasa berupa kebohongan yang kau tahan selama berbulan-bulan dengan bualan. Perihku pun telah mem… Read More
  • Cara Terbaik Jika kata dan tingkahku banyak melukaimu karena kebodohanku Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam diamku membatu cinta terpendam berjuang menampakan lah… Read More
  • PemendamKembalilah karena Sejauh-jauh pencarian hanya untuk jalan pulang Gemingkan lidah jilatlah ludah Tak usah hiraukan cibiran Jika bagimu dia dermaga Tiad… Read More

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html