Harta, Tahta Dan Sex
Tiga Sumber Kehidupan
Harta, Tahta Dan Sex
MS WIBOWO – Jutaan tahun manusia menghuni bumi. Salama itu kehidupan tetap misteri. Kecuali bagi mereka yang menganggap misteri itu berakhir dengan pendapat agama atau kepercayaannya. Kedua hal ini merupakan keyakinan yang muncul di masa tertentu, merespon kegelisahan zaman. Hingga sekarang, keyakinan dari agama dan kepercayaan itu bertebaran di berbagai belahan dunia.
Tiap agama biasanya memiliki kitab suci berisi ayat-ayat Tuhan. Ayat-ayat tersebut adalah petunjuk dalam mengarungi samudra hayat yang penuh ketidakjelasan. Sebagai tanda, ayat bukanlah bukti. Butuh penafsiran untuk menyingkap maksad dari ayat-ayat yang diberikan Tuhan.
Karenanya, hingga kini banyak sekali tafsir-tafsir kitab suci yang dihasilkan manusia. Mengingat rata-rata kitab suci berupa ayat yang lahir ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya. Selain itu, agama telah meluber di berbagai tempat yang pasti berbeda dengan situasi dan kondisi berbeda dari tanah asalnya. Sehingga wajar jika maksud Tuhan dalam kitab suci harus sesuai dengan tempat, situasi, kondisi dan zaman yang berjalan.
*****
Selain kitab suci, Tuhan menabur ayat-ayatnya di tiap titik alam semesta. Bagi manusia yang mengunakan akalnya, ayat-ayat Tuhan tersingkap jelas di sekitarnya. Baik dalam diri manusia sendiri maupun isi langit dan bumi. Tentu jumlahnya lebih banyak dari ayat dalam al-Qur’an, Injil, Taurat, Veda dsb.
Terkait ayat yang berada dalam diri manusia, kadang sifatnya sangat subjektif dan tergantung dari kebiasaan yang dialami dan dipercaya penduduk setempat. Untuk sementara, tanda semacam itu sering dianggap irasional. Hal ini karena rasio kita belum bisa menalar tanda itu secara logis.
Misalnya, di kampung saya ada kepercayaan jika ada sepasang burung emprit atau prenjak yang bernyanyi di halaman rumah selama berjam-jam, itu berarti akan ada tamu datang. Begitupun jika ada kupu-kupu bermalam di rumah, ini biasa pertanda akan ada keluarga jauh yang burkunjung.
Sementara itu, ada tanda yang bersifat pribadi. Misalnya kedutan di mata. Selama bertahun-tahun, saya selalu mendapati hal membahagiakan jika kedutan di kelopak matan kanan. Dan sebalikknya di kelopak mata kiri. Tapi temanku berbeda, ia mengungkapkan bila kedutan di mata kiri justru akan mendapat duit.
Sekali lagi ini memang irasional. Bahkan ada kalangan menyatakan, memercayai hal demikian adalah bid’ah, sesat, kufur dsb. Tapi saya, keluarga dan orang-orang kampung saya telah berulang kali membuktikan pertanda itu. Tak tertutup kemungkinan itu adalah tanda-tanda yang dikirim Tuhan.
Bisa jadi pula ini adalah kekuatan otak manusia, baik individu atau kolektif. Telah kita tahu bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan 12% bagian otakknya. Sementara 88% bagian otak kita jarang digunakan dan belum diketahui kekuatannya. Kesimpulannya, ambil sendiri-sendiri yah.[]
Aku Lahir Bersambut Azan Dan Iqamat
Tariak Tangis Seolah Kesediaan
Terima Sadar Satu Pengakuan
Atas Satu Di antara Ribuan
Tuhan Yang Dibelai
Manusia Tak Terhitung
Katanya Ini Takdir
Aku Berjamin surga
Dalam Perjanjian Di Tepi Realitas Tertinggal
Allah, Aku melafalnya Alloh dengan w sesudah a
Tak pernah terutara
Tiap Mengucapnya
Umurku Lima tahun
Bayang imut Manis
Semacam Pijaran
Tuhan, sering kudilarang
Karena dibalik Hantu
Tiap mengucapnya
Umurku Lima Tahun
Ondel-ondel Besar Yang selalu ada dibelakang kita
Mengejar menakuti
Malaikat
Besar tinggi berjubah putih... gagah perkasa
Sosialisasi Sebaya Sebabtisan Setakdir
Membawa keisengan mengadu
Bagiku malaikat jagoan
Kutanya Ibu
“Ma, Allah Sama Malaikat menang malaikat
“Ya menang Allah”
Aku Tak Paham
Kuda Terus mengayuh pada belasan
Terasa Doa Dan Nikmat Allah Terpancar
Kenapa Dia misteri
Diakah Allah
Selain Agamaku, Doa-doa orang hanya kecohan setan?
Mendekat duapuluhan
Semakin Nikmat banyak terbuka
Yakin Tuhan
Tapi Tak Tahu Siapa
Benarkah Nikmat selain agamaku hanya dunia?
Kafir Murtadkah pikiranku
Yang Berjalan Sendiri menanya-nanya siapa sebenarnya Kamu?
Menjelang Dhuha
Saling Atas Nama Tuhan Di mataku
Menggali Sumur darah
Atas Nama Surga masing-masing
Poin Di surga bertambah dari nyawa saudara
Seonggok daging
Kenikmatan Di Akhirat
Mati Juga Surga
Kok Begini
Tuhan Sarana Perang
Aku Menjarak
Tuhan Masih Sayang
Aku Mendekat Tuhan Makin Sayang
Tapi Tak Berdaya
Menjagal Tuhan Lainnya
Yang Tergantung di leher saudara-saudaraku

Dari teman-teman aktivis Pramuka saat ku SMP ini, ku dapat cita-cita baru, yang menurutku kala itu sangat mulya, abstrak dan luhur. Dahulu ada kebiasaan menuliskan profil di diary masing-masing. Bahkan ada kesalahan menurutku, yakni buku diary adalah buku yang memuat profil-profil teman saja. Dalam profil tersebut lengkap tercantum nama, TTL, alamat, hobby hingga cita-cita. Banyak di antaranya, termasuk aku yang menuliskan cita-cita: “menjadi orang yang berguna bagi nusa , bangsa serta agama.”
Kau bertanya mengapa aku begini Mengapa kondisiku begitu Dan kau lupa bertanya Apakah keadaanmu posisimu saat ini terjadi ada dan berla...