Home

Minggu, 20 Januari 2013

Nilai Penting Kreativitas*


 Manusia membutuhkan kreativitas dalam usahanya mengatasi problematika hidup, atau menciptakan suatu karya dan hal baru. Tapi tak sedikit orang malah memandangnya sebagai barang mewah, yang bermuara pada pemborosan, dan ketakseriusan. Apalagi jika dihadapkan pada sebuah sistem, beragam upaya inovasi dan pembaruan seakan tak mendapat ruang karena dianggap bisa merusak kemapanan.
Paradigma semacam itu banyak terdapat di dunia bisnis. Padahal jelas bahwa kreativitas sangat perlu di semua situasi, bahkan semestinya mendapat tempat terdepan demi tercapainya kemajuan dan keberlangsungan perusahaan. Pola pikir tak mementingkan kreativitas hanya akan melahirkan mental ‘tak bisa’ yang membunuh.
Banyak perusahaan hanya mengutamakan pengembangan pada segelintir orang yang dinilai sebagai ujung tombak untuk meraup keuntungan finansial. Misalnya, para salesmen atau frontiner-nya. Ada pula yang rela membayar mahal para ahli keuangan dengan tujuan serupa dan atas dasar efesiensi. Tindakan ini justru akan mematikan kreativitas dari yang lainnya. Mereka diajak berpikir untuk tidak berpikir karena sudah ada ahlinya. Padahal seperti diungkapkan David Brooks, ekonomi kreatif hanya terjadi bila semua orang merasakan pentingnya untuk senantiasa berubah, menawarkan nilai baru ke pelanggan dan menyampaikannya sesegera mungkin.
Seluruh jajaran, mulai dari yang paling atas hingga bawah, perlu membiasakan diri untuk mendisiplinkan kreativitas dan saling menebarkan semangat “can do”. Ketika semangat itu telah menjadi ruh yang mengikat segenap awak perusaan, tak ada pusing lagi sewaktu mendapati kompetitor lain. Tak perlu mematikan atau menjelek-jelekkan pesaing itu, karena kita selalu mampu tempil beda.
Perlu disadari bahwa kreativitas bukanlah bakat alam, melainkan ketrampilan yang diasah dan dikembangkan. Semakin rajin diasah, akan semakin tajam. Jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kreativitas. Karena itulah yang akan mengembangkan kualitas hidup secara menyeluruh dan memberi kontribusi pada kemajuan bisnis serta masyarakat.

*Iseng-iseng baca Klasika Kompas, Minggu (20/1/2012) dapat artikel tentang kreativitas. Saya suguhkan singkat dengan bahasa saya dalam tulisan ini.