Home

Sabtu, 29 November 2014

Berlebihan

Kejahatan pun perlu jika sekadarnya
tanpa kejahatan, kebaikan tak sempurna
Cinta benci
persahabatan permusuhan
jalinan kasih sayang
lingkaran angkara dendam
normal
Namun bila sudah berlebihan
semua jadi bencana
Cinta hanyalah siksa
apalagi benci
kasih sayang bentuk lain kekang pasungan
persahabatan tinggal istilah untuk ekslusifitas terhadap liyan
melokalisasi kroni menciptakan lawan di luar kalangan

tersakiti

Kamu mulai tersakiti, ketika mulai terlalu
perhatian, mulai terlalu sayang, mulai
melakukan segalanya berlebihan.


Tweet from Aiko (@Heloaiko) at 4:56 AM on Fri, May 09, 2014:

Selasa, 25 November 2014

Senin, 17 November 2014

Malam Kosong

Kosong








Kamar Perjuangan, Kramat, 18 November 2014

Kissing

jangan pernah ada subjek dan objek. Jangan salah satu yang memulai. Harus dilakukan bersama. Kesadaran berdua menyatu. Walau sedetik, jangan ada satu mengada satu tiada. Jangan ada.
Sadar. Ada. Menyatu. Lalu Bersama dalam Ketiadaan. Bahagia

Minggu, 09 November 2014

Menatapmu


seperti sebelum-sebelumnya ketika kita sedang berdua, 
aku suka menatapmu. 
Ini kebiasaan aneh, aku tahu. 
Tapi aku begitu mengagumimu. 
Aku merasakan bahagia bersamamu. 
Aku ingin menyimpan gambarmu banyak-banyak dalam benak. 
Biasanya, 
kamu segera membalas tatapanku dengan tatapanmu yang sayu, lalu tertunduk. 
Entah malu atau ragu, 
yang pasti kau ingin mengatakan, 
“sudah, cukup. Jangan menatapku seperti itu.”

Aku Tak Punya Apa-apa*

Aku tak punya apa-apa untuk keberikan padamu sebagai kenang-kenangan.
Aku ingin kau mengingatku
karena setelah ini
semua tak lagi sama, tak mungkin semula
Simpanlah momentum perjalanan melangkahi 11-12
Oktober yang kental trauma
melintas Cipularang
terlarang
menumpang kendaraan yang entah
kapan kau jamah

Sandarkan kepalamu di bahuku
Genggam tanganku
remas erat cemariku
dan sirnalah ketakutan

Aku tak punya kata-kata untuk melukiskan kebersamaan
kita
memetik strawberi merah semerkah bibirmu
atau pendakian dengan ontang-anting gila
menggapai kawah yang tak seputih kulitmu.

Jika kau sedang sendiri
takut dan sepi
Aku tak punya apa-apa
berharap kau mengingatku


Legoso, Kosan Transisi, 8 November 2014

*Untuk gadis bibir strawberi

Kejujuran

Kejujuran itu hanya untuk disanjung dan diagungkan
bukan dipraktikan melalui tindakan ataupun kata-kata
jangan disampaikan pada siapa pun manusia

Tiada seorang sanggup menerima
kecuali diri sendiri

Jika kau laki-laki, ingat dan rasakan
tak akan pernah bisa mendapat wanita yang kau idam
tatkala mengejarnya dan mencintai dengan kejujuran
Jika kau perempuan
betapa mudahnya dipermainkan
Jika kau seorang pemimpin
betapa gampang digulingkan
atau lemah tanpa kuasa

Kejujuran adalah harta yang mesti selalu kau simpan
ditutupi dan dibungkus rapih
dengan kebohongan dan kepura-puraan
Itulah yang akan selalu membuatnya indah
dan berharga
Karena sekali terbuka
kejujuran tiada lagi bermakna.

Sabtu, 08 November 2014

Sakit

Kau bisa saja menyakiti seseorang bukan atas dasar kejahatan. Karena dalam sebuah pilihan dengan opsi "Tepat" atau "Keliru" tak mengenal konsep "Baik" dan "Jahat", juga "Benar" atau "Salah"

Kul

Katakanlah, tak ada yang aku takuti di dunia ini
Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan padaku
Aku tidak mau menanggapi semua tawa dan cibiran serta cemooh yang kau arahkan padaku
Bagimu jalan hidupmu
Bagiku jalan hidupku

Jumat, 07 November 2014

Selamat Ulang Tahun Ragaku

Dini hari 7 November 2014
00.59 terus berjalan
Aku menanti keistimewaan di hari jadi.
Selamat ulangtahun, ragaku.
Semoga kita tetap kuat bersama melaksanakan tugas kehidupan
Semoga Allah yang maha kuasa memberi petunjuk dan pertolongan di tengah gelapnya langkah menggapai impian yang entah.
Tak ada cara lain kecuali tetap berjalan menapaki waktu yang dikuasai tawa ejekan
yang keluar atas dasar kelemahan diri
Makin kokohlah kaki, kuatlah mendaki.
Walau air mata terkucur lalu terkubur

Catatan penutup malam

Berlalu sudah badai yang mendera
jiwa
Sisa puing-puing berserak
di malam yang menua
Lantunan instrumental
memuluskan laju waktu
Mengalir halus dan syahdu
Menegaskan pagi
adalah waktu berbenah diri
membangun kembali kemenangan
dari kegagalan-kegagalan jahil
yang datang berulang
secepat kilat menghantam
tanpa kesempatan menyusun pertahanan
Kini, tak ada lagi niat
yang dapat digenggam erat
selain lagi dan lagi
menegakkan harapan
menyusun menara
tangga menuju surga bahagia.
Kilau fajar telah menapaki ujung hati
Selamat malam
dan pagi menantimu berbagi.


Kosan Transisi, 4 November 2014

Rabu, 05 November 2014

Badai

Di dalam dadaku gemuruh badai
Bermula gerimis di waktu petang
Dalam benakku mengamuk topan
Mengamuk menyapu membabi buta mendesak-desak semua celah badan yang kusumbat dengan diam.
Entah sampai kapan ku kuat menahan
Sedang di tenggorokan berulang-menyembur lenguhan
Hidung kembang kepis ditiup napas dari paru-paru
Keras memompa selaju ritme detak jatung yang kian cepat
Bola mata menyorotkan pandang buram. Blur tiada fokus. Terpaku di titik kekosongan. Hampa.
Telingaku melewatkan semua panggilan. Hanya suaranya yang terngiang.
 Cemariku kelu menahan hasrat untuk menekan tombol-tombol abjad, meraih sebatang pena lalu menggoreskan tinta pada selembar kertas dan setiap dinding
yang dingin.
Batin pun menyalak marah. Merah.
 Untuk siapa semua ini? Tidakkah kalian bisa tenang diam di dalam saja?
Badai pun membekukan luka

Senin, 03 November 2014

Umpatan

Kepada siapa umpatan ditujukan?
Tentu pada setiap telinga yang mendengar
atau pada mata yang membaca

tak peduli mulut dan cemari menunjuk-nunjuk seisi dunia
atau pada diri sendiri

Saat terlontar, Sang Pengucap telah wafat
umpatan terjun bebas
menimpa keping-keping hati seluruh penduduk jagad

Kosan Transisi, 3 November 2014


Masih Gelap

Bismillah aku menyerah
Dengan raga bercucur keringat basah
Tersudut pada dinding takdir
lunglai lemas tiada berdaya
Aku pasrah
Saat menembus batas
terperangkap gelap pekat
tiada arah dan tujuan
tiada mimpi dan harapan
tiada pula teman sejalan
bahu sandaran tatkala lelah
gundah gelisah
Dan gelap masih saja pekat
tak boleh jengah melangkah
menuju pelita
kebebasan merdeka

Kosan Transisi, 3 November 2014

Sabtu, 01 November 2014

Upaya


Tak ada di mana-mana
Berhentilah berlari
sebelum hujan memudar

Bukan pada sepegal langkah kaki
Sejati yang kau miliki tanpa peduli

Kasih yang hanya ada
menyayangi
mencintai
mencumbui
penuh gelora kisah tanpa batas

dalam dirimu

Kembalilah saja


Pondok Indah, 1 November 2014