Home

Jumat, 27 Mei 2016

Karena Kau Orang Biasa yang Mudah Sembuh dari Luka

Seberapa berat rasa sakit di jiwamu kubuat, sebesar itu aku yakin kau kuat meneruskan laku sampai tiba saat sekarat.
Lupa tidak mungkin tapi mengatasinya hingga terabai tertinggal terpendam dalam-dalam tak mustahil.
Aku tahu kau seperti orang pada umumnya, biasa mengagung-agungkan rasa lalu menjadi bahan canda, sudah itu membuangnya. Bagimu dan kebanyakan manusia, sebuah rasa tentang kejadian di masa silam seakan ampas, tinja, sampah tak berguna.
Masa lalu hanya ilusi yang biasa saja untuk diketawai.
Karenanya, haruskah aku merasa bersalah? Pantaskah aku khawatir bahwa kau akan menderita rasa sebagaimana padaku mendera?
Aku percaya kau kuat. Karena rindu itu berat, biar aku saja.
Rasa abadi hanya untuk orang-orang luar biasa. Kalau kau ternyata menanggung rasa itu seumur hidupmu, kau sosok pilihan yang beda dari kerumunan.

Selasa, 17 Mei 2016

Khilafah Sistem Politik Tuhan

Para pendukung khilafah bilang, salah satu perbedaan khilafah dan demokrasi ada pada dasar penentuan hukumnya. Menurut mereka, seorang pemimpin baik dalam sistem khilafah maupun demokrasi sama-sama dipilih oleh rakyat. Hanya saja khilafah menggunakan dasar hukum Allah sedangkan demokrasi memakai kuasa rakyat, yang kemudian oleh para pendukung khilafah disebut sebagai kuasa nafsu karena tidak berdasarkan kehendak Allah tapi kehendak atau nafsu manusia.
Pertanyaannya, mungkinkah para pendukung khilafah yang ngotot dan mengafir-ngafirkan demokrasi itu tidak menggunakan nafsu? Jika mereka telah berhasil mendirikan khilafah, apa jaminannya para khalifah yang mereka pilih beserta sistemnya tidak akan menjalankan pemerintahan dan kekuasaan tidak atas kehendak nafsu?

Senin, 16 Mei 2016

Jaket, sweater, dan lainnya

Beberapa menit setelah saya masuk dan duduk di lantai rumah, saya selalu terkejut. Pasalnya saya tak pernah ingat kapan melepas jaket, sweater, bahkan kemeja atau pakaian terluar yang saya kenakan. Tahu-tahu sudah ada di lantai ruangan depan, kebetulan konsep tempat tinggal saya selalu lesehan. Di tiap keterkejutan itu pula saya selalu niatkan untuk tidak lupa atau berusaha sadar ketika melepas jaket, sweater, dan semacamnya swaktu tiba dari bepergian atau sekadar keluar rumah sebentar.
Kalau ketahuan Mr. Han, kebiasaan saya ini akan jadi alat buat dia untuk melatihkan kungfu pada saya. Saya takut.
Tapi berulang-ulang, saya selalu tidak pernah sadar dan ingat. Tahu-tahu jaket sudah ada di lantai. Bahkan bisa berserakan tiga sampai empat baju luaran di lantai ruang depan. Untung pula Mr. Han tidak memergokinya. Selamatlah saya.

Senin, 09 Mei 2016