Home

Senin, 19 Oktober 2015

Tunjukkan

Jangan tunjukkan kelemahanmu pada sesama
Tanpa kau tunjukkan
kau tetap seorang insan
Hanya Dia yang Maha Kuat
Tujukan tunjukkan serahkan hanya pada-Nya

Kamis, 15 Oktober 2015

Sama-sama



Kita mungkin pernah satu frekwensi
Dikangkangi dunia yang penuh kemunafikan dan ketidakadilan
membuat kita berpikiran sama
bahwa hidup adalah menyakiti atau disakiti
Setelah menggulung beberapa lipatan
Kita bertemu pada titik
saling menginginkan, saling melengkapi, menyayangi, membutuhkan
sama-sama merasakan.
Logika ditikam atau menikam pun buyar
Kita bukan dua kutub berlawanan
Kita adalah satu berlayar menuju

Ketika satu di antara berubah haluan
bukan satu bahagia dan derita yang lain kesepian
Takdir kita tetap sama-sama
saling mencintai atau saling tersakiti

Purnawarman, Legoso, 15 Oktober 2015

Minggu, 11 Oktober 2015

Spasi Kemerduan


Sudut mana lagi harus kusinggahi
Berapa titik dari detik
yang harus kuputar balik
Halaman demi halaman telah kubuka
Huruf per huruf telah kubaca
Kusadari setelahnya
yang kucari ternyata disebut jeda
Spasi sepersekian mili
yang jarang diperhati
Ada tapi tak nyata
Mustahil terucap dan terliha
namun tanpanya tiada kata tiada kalimat
hingga paragraf menjadi kitab

Udara bening
sebening rasa malam yang hening
induk kemerduan
Terang cahaya utusan
bara berkobaran

panas menyala dalam gelap 
tak tersingkap

Legoso, 11 Oktober 2015

Rabu, 07 Oktober 2015

Marun

Menghabiskan waktu kerinduan
Dengan kepulan asap dan manisnya anggur yang maroon
Menyia-nyiakan masa
Membuktikan tiada gunanya dirimu
Dan kubiarkan kau menang
Kau kira aku berhenti
Kau salah
Aku pergi
Meninggalkan kesia-siaan
Dan kau akan mati tiada guna
Ketika kutukan telah jatuh


Tarumanegara, Legoso, 7 Oktober 2015

*Aw what a seem. So be easy. Keep calm, so must go on. Its just for laugh

Yang Tersembunyi Abadi dalam Gelap

Aku makhluk yang terkutuk rasa
Kau hadir sejak lama sebelum raga kita mengenal
Benturan paralelisme
lintasan hidup
Persimpangan mempertemukan
Kelembutan kita
bersentuhan
Persuaan
Kau dan aku
bukan asing satu sama lain
Takdir telah membaca
Jika dua kutup bersatu
Utara dan selatan
Tanda kehancuran
Lebur dalam gelap angkasa raya
Mata buta
Hanya rasa
Hanya rasa
Rasa
Hanya rasa menggigit sakit dalam denyit jerit suara yang tak satu pun mendengar
Rahasia kita abadi

Galaksi yang mati

Selasa, 06 Oktober 2015

Kau dan Aku


Kita seperti kertas kosong
Putih menyilaukan
menusuk mata
membutakan

Kita seperti kertas kosong
Merendam hati dalam kehampaan

Kita seperti kertas kosong
Buntu membenturkan
Darah dari pecahan kulit dahi
mengalirkan keputusasaan
menetes kesal
meninggalkan bercak
kerak merah


Teras Kapitalis 13, Ciputat 6 Oktober 2015