Home

Rabu, 22 Maret 2017

Saya Potong Rambut dan Bie Messi Berubah

Sejak saya memutuskan untuk potong rambut pada 2012 dan 2014, banyak orang yang bilang saya kurusan dan beda.
"Kok kamu kelihatan lebih kurus kecil ya? Perasaan dulu tinggi besar," kata orang yang agak lama tak jumpa dg saya.
"Ah, itu perasaan kamu saja," jawab saya.
"Apa mungkin karena dulu gondrong jadi sekarang kelihatan beda?"
Saya diam. Lalu basa-basi dilanjutkan dg pertanyaan, sekarang sedang sibuk bikin karya apa, isu ini itu gimana dst.
Saya tak menganggap keheranan dan komentar teman2 yang bilang saya kurusan dan beda sbg hal aneh. Sampai pada suatu hari saya ketemu dg Bie Messi si Pemuja Barca (Gue: Hala Madrid).
Ketika itu, dia datang karena undangan dan kabar dari Galing-Galing bahwa kami sedang ada di Haus Coffe.
Sebelum Bie Messi si Pemuja datang, dalam benak saya terbayang adl sosok teman Facebook yang juga kawan satu fakultas di Ushuluddin UIN Jakarta. Sebuah fakultas terbaik seperti Cinta dalam lagunya Cassandra, 'Cinta Terbaik'. Namun ketika Bie Messi datang, saya seperti terbangun dari tidur. Saya seolah menjumpai sosok lain. Dia bukan seperti yang ada di foto profil facebooknya.
Saya coba pastikan untuk mengingat wajahnya baik-baik dan benar-benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Tetap saja, saya tak mengenalinya. Kepala saya tambah pusing melihat Galing-Galing dan teman2 lain menyebut nama lelaki itu Bie Messi. Mereka juga ngobrol bener2 sebagaimana mereka perbincangkan di facebook.
"Apa yang salah dengan mata dan memori otak saya," kata dalam hati.
Untuk memastikan, saya langsung mengambil hp untuk mengecek facebook dan melakukan sinkronisasi wajahnya. Sayang, hp saya habis baterai.
Sepulang nongkrong, saya langsung mengisi daya baterai hp supaya segera bisa cek foto Bie Messi si Pemuja Barca (Hala Madrid). Apa saya kata, beda kan?.
Besoknya saya ketemu Galing-Galing di Kedai Kopi Marginal. Saya pastikan kepada Galing-Galing dan tunjukan profil facebook Bie Messi.
"Ling, ini akun facebook Bie Messi si Pemuja Barca yang kemarin kita temui kan?"
"Iya."
"Anjrit. Kok beda. Gak sama kan?"
"Sama ah," bantah Galing. "Sekarang cuma dia potong rambut dan lebih gemukan."
"Masa sih? Sumpah di penglihatan gua beda."
Galing-Galing diam. Entah apa dalam hatinya.
Lalu saya berpikir, jangan-jangan orang yang bilang saya lebih kurusan dan beda karena potong rambut mengalami hal serupa dengan saya. Di penglihatan mereka saya beda 100% secara fisik. Omaigat

Tidak ada komentar: