Rabu, 27 Maret 2013

tanpa arah


Sejak senja kemarin, aku kedatangan nuansa dan suasana hati dari masa lalu. Mereka kelabu, sendu, dan selalu memelihara kesan asingnya. Meski begitu aku seperti telah akrab.
Mereka mengantarku ke titik waktu yang belum amat lama aku lewati. Kurang lebih satu tahun dari sekarang. Kurang lebih juga di bulan yang sama, yakni Maret 2012.
Kala itu, aku kehilangan harapan. Aku sama sekali tak menemukan alas an dan keyakinan kuat untuk apa dan kenapa aku harus mempertahankan hidup. Kuputuskan bunuh diri. Telah aku pesan dan kubeli racun tikus tanpa merek tapi cukup ampuh membunuh tanpa rasa pahit. Ternyata takdir masih memberiku kesempatan hidup. Ada secercah jalan keluar dari kebuntuan. Ada peristiwa-peristiwa janggal yang intinya masih mengikat nyawaku pada raga ini.
Mungkin aku putus asa saat itu. Aku berusaha melarikan diri. Aku merasa gagal dan tak tahu harus berbuat apa, kemana, atau bagaimana. Hidup tanpa tujuan, tanpa kegiatan dan rutinitas. Bisa kau bayangkan, bukankah itu sangat membosankan. Tiap hari hanya berada di kamar kost, mendengar musik, bermain di media sosial, atau sekadar ngopi dengan teman-teman yang bukan seangkatan.
Dapat kau dengarkan, betapa teriakan, cibiran, tertawaan, cercaan, dan sebagainya mengarah padaku. Aku seperti pecundang. Kuliah gagal, tak punya pacar dan pekerjaan. Aku hanya mengaku sebagai penulis. Aku memang berusaha untuk itu. Tapi aku mengulang berkali-kali, menulis cerpen, novel, atau semacamnya. Hasilnya, taka da yang sempurna. Berantakan dan tak memuaskan.
Menurutku sendiri, aku punya karisma. Tapi skill menulisku sangat kurang. Aku bahkan kesusahan membuat deskripsi. Menjelaskan detail ruang berukuran 4x5 pun kesulitan. Bisa kau bayangkan betapa aku ini penulis sialan.
Aku punya seorang yang aku anggap sebagai salah satu guru menulis. Tapi dia sendiri menyebutku tak punya bakat menjadi novelis, cerpenis, atau sajakis. Ya, aku sadar itu. Aku memang lemah. Otak kanan dan kiriku kurang baik berfungsi. Aku bahkan tak tahu apa bakatku.
Ah, sudahlah, aku telah memilih jadi penulis. Siapa yang mengakuiku sebagai penulis? Kupaksa diriku sendiri mengakui itu. Semoga merembet ke orang lain. Tapi yang kusedihkan, aku sudah amat tua. Orang seumuranku telah umum berkeluarga. Aku juga mestinya telah mampu membayar cicilan haji orangtua. Aku masih menyusahkan ibunda.
Entah mengapa dan bagaimana aku bisa sampai di sini. Tiba dan tinggal di sebuah pengalaman, perasaan, dan pemikiran yang menyatakan bahwa tak ada satupun yang lepas dari kemunafikan. Tengoklah karya-karya seni dan sastra. Tema-tema dalam novel, cerpen, film, lagu-lagu dan sebagainya. Semua mengagung-agungkan kejujuran, ketulusan, kebenaran, bukan kemunafikan, kebohongan dan kecurangan. Dalam kenyataannya semua itu terbalik. Bahkan semacam ada pengaminan bersama dengan adanya ruang privat dan ruang publik.
Secara pribadi atau di kelompok-kelompok atau organisasi khusus, orang boleh saja dan sah mengatakan bahwa tidak ada tuhan. Tuhan telah mati. Tapi di ruang publik mesti sebaliknya.
Secara pribadi, individu atau kelompok, korupsi, trik, tipuan, muslihat, dan segala akal-akalan boleh saja dilakukan. Tapi di depan public, apapun yang terjadi semua itu harus ditentang, dilawan, dibasmi, meski sekadar dalam bentuk kata-kata kosong.
Dan aku orang yang kecele. Orang yang ketipu. Aku tak bisa dan sangat tidak bisa basa-basi atau berpura-pura. Aku terlalu polos menapaki kehidupan. Kukira semua akan mudah dengan kejujuran. Tidak juga. Kepura-puraan sangat dibutuhkan untuk bertahan di kota hayat. Sedangkan untuk di kota, fisikku tidak terlalu kuat.
Lihatlah, apa yang aku tulis ini? Ketidakjelasan. Ketanpaarahan. Menyebalkan bukan? Sialan!!!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

salam kenal mass....

dilihat dari tulisannya mass punya bakat ahli daur ulang, sejarah, psikolog. pkony all about daur ulang.

sesuatu barang yg mungkin telah ketinggalan zaman bisa mass buat sebagai bahan yg menjadi berharga.

bisa menjadi penulis namun penulis yg meriview sesuatu yg bersifat pengalaman atau LAWAS.

hal di atas bisa mass jadikan pedoman untuk mencari kehidupan yg bermanfaat.

kenapa saya bisa berkata begitu??? cz melihat tulisan mass, saya seperti berkaca pada diri sendiri.

tetap semangat mass ...

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html