Rabu, 20 Mei 2015

Jiwa dan Tubuh Manusia adalah Bagian Big Bang


Jika Teori Big Bang itu benar adanya, maka pada mulanya alam semesta ini adalah sebuah ledakan besar di ruang angkasa gelap nan luas tiada batas. Ledakan tersebut terus mengembang. Satu per satu materi ledakan berputar membentuk galaksi, semacam tata surya, planet, satelit planet dan seterusnya. Semua benda angkasa itu berputar dengan pola, yang seolah tetap.
Di antara benda angkasa raya atau jagad raya alias alam semesta terdapat planet yang memungkinkan adanya kehidupan. Mungkin salah satunya adalah bumi. Karena tak menutup kemungkinan ada planet-planet lain yang juga memiliki kehidupan.
Sejak mulanya, Bumi, yang merupakan satu titik materi dari bagian big bang, terus berputar. Posisi, letak, materi, dan sebagainya, memungkinkan bumi memiliki kehidupan. Selanjutnya terciptalah makhluk-makhluk hidup yang terus berkembang. Satu spesies yang paling canggih dan cerdas adalah manusia.
Selama perputaran bumi bersama dengan gerak matahari dan seluruh alam semesta, manusia sebagaimana makhluk dan benda lain di bumi mengalami evolusi. Beragam jenis dan teori evolusi mencuat, yang paling populer adalah teorinya Darwin.
Terlepas dari kontroversi teori evolusi Darwin, kenyataan evolusi pada manusia banyak yang menyepakati. Salah satunya dari segi ukuruan tubuh. Konon, umat-umat manusia jaman dulu berbadan besar dan tinggi. Ini dipercaya sebagian orang dari dialog antara Musa dengan Muhammad ketika Isra’ Mi’raj. Kala itu Muhammad mendapat perintah salat sebagai kewajiban yang mesti dijalankan umatnya sebanyak 50 rakaat, ada yang bilang 50 waktu. Musa, yang beralasan umat Muhammad kecil-kecil dan lemah, menilai kewajiban salat itu terlalu berat sehingga menyarankan untuk meminta pengurangan. Setelah bolak-balik meminta keringanan dari Tuhan, maka kewajiban salat final menjadi 17 rekaat atau lima waktu.  
Evolusi pada fisik manusia seiring dengan gerak bumi dan alam raya. Jika disaksikan sepintas dan tak perlu dipikir matang-matang, segalanya seperti tampak teratur. Namun sedikit orang yang mau berpikir bahwa keteraturan yang tampak ini merupakan satu bagian kecil dari sebuah ledakan yang maha dahsyat bernama big bang itu sendiri.
Kita ambil contoh sebuah ledakan bom yang polanya berantakan dan paling acak sekalipun, jika kita mampu melihat sampai pada partikel atom terkecilnya, maka akan tampak dalam penglihatan kita suatu gerak dari partikel neutron, proton dan elektron yang begitu teratur. Jika kita bertubuh super duper kecil dan berada di salah satu partikel itu, maka ledakan bom yang besar dan seperti tanpa pola itu hanya akan terlihat sebagai keteraturan yang tidak berbahaya.
Demikian halnya dengan kehidupan manusia, akan terus bergerak berkembang, berevolusi seiring dengan big bang serta alam semesta yang sampai saat ini konon masih terus mengembang. Bisa jadi suatu saat, ukuran tubuh manusia akan semakin mengecil dan sebagainya atau mungkin sebaliknya. Kemungkinan akan selalu ada mengingat segala sesuatu di alam semesta tidak ada yang diam, terus bergerak hingga entah sampai kapan masanya.
Saya sendiri adalah orang yang menyakini adanya hal gaib, dalam arti sesuatu yang sangat sulit dijangkau akal manusia jika tak mau dibilang tidak mungkin. Hal itu salah satunya adalah jiwa dan pikiran manusia. Meski diketahui dalam sains, pikiran manusia berhubungan dengan fisik otak yang terdapat di kepala manusia, namun wujud pikiran serta jiwa manusia itu sendiri tak dapat dilihat, disentuh, dan dicerna melalui panca indera. Manusia hanya bisa merasakan pikirannya, jiwanya, seperti suara yang berbicara di dalam diri. Tentu saja mediumnya adalah bahasa yang diketahui. Karena pada dasarnya bahasa itu bersifat membatasi, maka sudah barang tentu tidak mampu menjelaskan segala hal mencakup realita kebenaran yang ada.
Jiwa dan pikiran manusia juga terus berevolusi. Dan melalalui jiwa serta pikiran ini manusia memang saling terhubung satu sama lain, termasuk dengan jiwa gaib semesta raya. Setidaknya ini hipotesa saya. Jiwa alam semesta serta jiwa manusia juga saling terhubung, bagi yang menyadarinya. Oleh karena itu, Pythagoras, seorang filsuf Yunani kuno, pernah mengatakan bahwa sesungguhnya alam semesta ini bergerak dengan bunyi atau gemuruh tertentu. Jiwa manusia juga merupakan bagian kecil dari sebuah ledakan besar dari jiwa yang maha besar. Bisa jadi inilah yang disebut oleh Filsuf Iran, Suhrawardi, bahwa alam semesta, bumi beserta isinya merupakan suatu pancaran dari cahaya Tuhan.
Pikiran, atau persaan, atau apalah anda menyebutnya, jika kita sadari dan rasakan maka terdiri dari suatu dialektika tertentu. Pikiran kita tak pernah berhenti. Ia terus bergerak dan berjalan. Hanya saja, kita manusia, kadang tidak mau menyadarinya. Demikian halnya dengan tubuh fisik manusia, sudah pasti terus bergerak tumbuh berkembang, mulai dari yang kelihatan besar ataupun sel-sel terkecilnya.

Maka jika kita bisa menyadari, seluruh pergerakan, pertumbuhan, perkembangan pada tubuh, jiwa dan pikiran kita hanya bagian yang sangat kecil dari sebuah ledakan besar di seluruh jagad raya yang maha luas. Maka tepatlah manusia disebut sebagai semesta kecil atau mikro kosmos. []

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html