Jumat, 29 April 2011

Nyamuk

Oh, nyamuk

Seandainya Tuhan menyertakan perasaan

Membalur di tiap serat penciptaanmu

Pasti kau tak tega mencubit-cubit kulitku

Jika otakmu setara manusia

Niscaya kau tahu penolakan candaku

Bukan buru-buru menutup malam

Raga mengajak diistirahatkan

Bukan pula benci begadang

Dunia berpesan,

aku harus menjemput fajar

Kau pun tak pernah biarkan

Menyingkapnya katup

sendiri dan kebersamaan

Oya, mengapa kita tak pernah bicarakan bintang-bintang

yang telah ada sejak puluhan juta lalu?

Duduk di atas batu

mengurai bisu

Lepaskan sepi menjamahi

kesibukan yang tidur pulas sekali

Lihatlah, daun pintu membuang kelu

Sejak terwujud kerja-keras memisahkan

gayut manusia dan sosial

Ah, nyamuk

Ku pikir kau sudah mengantuk.

Rabu, 27 April 2011

Karena Cinta

Ku Telah Memaafkanmu

Sebelum dan sesudah kau lakukan salah

Ku Telah mnrimamu

Sebelum dan sesudah kesalku mencair

Kita Telah berdamai

Sebelum dan sesudah marahmu mereda

Telah kucintaimu

Sebelum dan sesudah kau ucap I Love You

Kebodohan, kekonyolan, kekanak-kanakan dan berbagai masalah yg kau buat adalah percuma.

Pasti kan aku tetap mencintaimu, menerimamu, menyayangimu.

Kau tahu kenapa dan karena apa?

Selasa, 26 April 2011

Mata Dajjal

Menyaksikan titik-titik hujan,

yang luber di selokannya berbuah-buah pandang,

satu mata dajjal.

Mata mata yang memicing,

menatap penuh kepicikan

Beradu tumbuk mencocok colok

Dia yang sepasang

Musang usang

Musuh yang lusuh

Kumuh kumal terasingkan

Sesat dan keparat

Mata mata satu menyatu

Berkomplot kolot

Tancap garis di tulang hidung

Bertambah teman

Pasangan makin kesepian

Menepi di dua sampul

Yang menutup lembar-lembar samudra lempeng agung

Rabu, 30 Maret 2011

Derita Kelaparan

Jarum jam tak seberapa
menusuk lambung dan menyeret-nyeret
Kapar simpuh di pertigaan pukul dua dini hari pagi

Tapi kepala,
yang otak berair di blumbangannya
Tempat katak pesta pora
Nyanyikan gelisah karena kelaparan

Om-om berdasi tidur nyenyak
Berninabobo nyanyian katak
Bagaimana kucuri nasinya?

Sanggar Ayu Ciputat, 28 Maret 2011, 02.11

Rabu, 23 Maret 2011

Sepi

Kupajang di dinding kamar

Sepi yang dulu kau buatkan

Dari bahan sederhana

Tak seuntuhnya ku menangkap

Maksud sepi yang kau beri

Di hari kasih

sayang itu

Dan kini

Ia menjadi prasasti

Terpahat di jalan rembulan

Terbaca oleh khayalan

Menumpangi mimpi-mimpi

Mengapung di udara

Sanggar Ayu, Ciputat, 23 Maret 2011, 01.15

Selasa, 22 Maret 2011

Minggu, 20 Februari 2011

Ingatkah

Bilakah resah haruskan
Tiba di ruang
Kamar sendiri
Sepi di kerumun
Tak satu kumpulan
Menyutu jiwamu pun

Masihkah gurat prasasti sunyi
Saat kau ada di tulang sumsum ayah
Keluar bersama juta-juta pesaing
Saling mengalahkan
Berkejar dahului
Dan juara sendiri
Berdapat medali
Hawamu
Sel telur
Kau dan dia bahagia di goa garba ibu
Ingin selamnya
Maka menyatu
Sendiri lagi
Hinggi sembilan bulan
Selanjutnya
Berlanjutlah ke dunia
Bahasa membantumu
Dapatkan pasangan sejati
Cari kelengkapan segala kurang

Sunyi dan derita telah kau rasa
Bersama ibu lepaskan belenggu rahimnya
Apabila jiwamu terhubung
Ragamu jadi pelindung
Hingga kala
Ragamu tertanaman
Menyemai kamboja di atas nisan
Sendiri kau di sana
Dengan siapa akan menyatu?

Rabu, 16 Februari 2011

Bunga Hitam

Di hati yang subur

Sebuah kata yang kau tanam

Tumbuh segera pesat berkembang

Rimbun jenggot daunnya tak kau kira

Mengacuhi ruang waktu

Genang air mata enggan menghilang

Dan ia menjadi nutrisi

Kata tumbuh besar di sini

Berbuah bunga hitam

Di hati yang tandus

Sekadar bongkah batu

Dari persatuan butir pasir

Yang tumbuh hanya lumut-lumut mampu

Dari kuncur hujan iluh

Setahun sekali

Padang ilalang adalah hati terbuang

Altar pesta senja

Gemuruh kunang-kunang

Kelinci takut keluar rong

Macan srigala bebas bertikam

Gabalau panjang mega-mega

Dari warna yang merona

Menimpuk-nimpuk sang surya hingga tak kuasa

Tertanam di bumi barat

Berbuah bunga hitam

Selasa, 01 Februari 2011

Minggu, 23 Januari 2011

Aku Telah Menusuknya

Ya……………………..!!! Aku telah menusuknya…

Bukan dengan busur panah

Tapi pedang Tepat di jantung dada

Dadanya terbelah

Memuncratkan darah

Air mataku berubah merah

Masih kulirik raut wajah itu

Gusar menyeringai

Kengerian karenaku

Lari menapaki tangga-tangga

Dengan dada yang terbelah

Sambil menyeret sebelah kaki

Yang terikat suaraku…

Ia ketakutan

Seorang lelaki dari atas loteng meneriakiku

“Kau gila kawan..!!! ini hanya mimpi..!!! kau akan bangun esok pagi..!!!”

Bukan, ini bukan mimpi… ini kenyataan.. dan sebentar lagi aku akan kembali dalam mimpiku… setelah ini.. setelah membuat gaduh alam nyata…

Tak kan kau temukan lagi kenyataan…

Lelaki itu menghilang…

Dan suaraku telah menjalar lembut

Dari ujung jari kakinya

Melingkar menusuk ulu hati

Dan meluber melawan arus darah

Yang keluar dari dada yang terbelah..

Masuk ke rongga jantung..

Mengikuti saluran nadi…

Menjalar ke otak… dan bersemayam abadi

Di memori

Di hati

Di raga

Di mata dan di jiwa

Kini suaraku

Bahagia memeluknya

Menyaingi bekap malam

Yang iri pada suaraku

Dan

Suaraku

Adalah

Sukma

Dan suaraku

Adalah cinta

Jiwa yang dia cari

Ciputat, 5 Januari 2011 (Memoar Malam Tahun Baru)

Perusak Nada Kemapanan

Yang
Terukir dalam tahumu
Roh gentayangan
Dari proses kematian Tak sempurna

Begitu jiwaku Menghantui
Teror kehidupan
Kau cemooh
Kucilkan dan caci-maki
Marjinal
Kau lebih rendahkan
Tak berkasta

Jiwa yang silih berganti
Menyambang antar generasi
Lajur panjang rel kehidupan
Muakkan petinggi
Temani pemula yang perendah
Kecoh tunas baru nan lugu

Akulah perusak nada kemapanan
Yang susah payah dibangun
Raja-raja berorientasi
Bertuju kuasa

Yang kukabarkan
Hidup bukan hanya rel baja yang kaku
Berfinis satu
Ladang menjulang jadi milikku
Seperti otakmu
Tak pikir di mana selesaiku
Di stasiun kereta itu
Kau mati bersama

Temanku kunang-kunang
Berguru kebebasan
Di padang panjang
Yang tak pernah berakhir

Rabu, 12 Januari 2011

Teror Kesadaran dari Kegilaanku


Selamat Jumpa Sidang Noters Yang Budiman
Teriring harap, semoga keindahan senantiasa menyelimuti tiap status, foto, tautan dan semua bentuk aplikasi di semesta facebook.
Sidang noters yang berkahi facebook,
Sedikit masalah kecil menimpa gue di ujung desember tahun lalu. Beberapa masalah yang gue sikapi dengan sedikit penutupan diri. Sejak itulah satu dua kawan dekat mulai komplen. “Kemana saja lo? Sibuk apa saja? Ada masalah apa atau dengan siapa, sehingga lo sulit ditemui?” Begitulah soal-soal yang mereka ajukan.
Mulanya semua tanya itu gue hadapi dengan santai. Gue cuek saja dan coba jalani sendiri. Hingga tiba di suatu tengah malam yang memesona banyak mata dan telinga. Itu malam tahun baru.
Di malam pertama 2011, gue kembali melakukan kegilaan. Untuk kesekian kalinya gue melakukan kegilaan. Kali ini hari sabtu, tanggal dan bulan satu. Tanpa rencana dan kesadaran, alam bawah sadar gue di luar kendali memaksa raga, untuk menjalankan aksi teror. Sebuah teror atas kesadaran bagi gue sendiri, dan mungkin juga bagi orang lain.
Siangnya baru gue benar-benar ngeh. Apa yang gue lakukan semalam itu memang sungguh kegilaan. Its the truely madly. I was being as the mad man, succesfully. Gue benar-benar tak habis pikir. Kok bisa dan bisa-bisanya? Gue telah melakukan “Sesuatu Yang Tak Mungkin”. Anehnya itu terjadi.
Sidang noters yang berbudi,
Tahukah Anda apa yang kurasakan setelah itu? Di luar dugaan, seperti orang habis boker, lega... Aneh kan? Ya begitulah, karena saat gue melakukan aksi di luar kendali alam sadar itu, gue tak membohongi hatiku. Yang gue tahu gue jujur dalam itu.
Sidang noters tercinta,
Lalu ada yang bertanya, seberapa berartikah? Atau seberapa berhasilkah kejujuran itu? Untuk pertanyaan pertama gue tak mau menjawab. Sebab arti kejujuran gue, terkait erat dengan perasaan. Apa yang gue rasakan takkan pernah lo tahu sebelum lo merasakan sendiri. Kalaupun lo merasakan juga, tak ada alat yang bisa mengukur kesamaan apa yang kita rasakan.
Sementara untuk pertanyaan kedua, gue ingin menimpali dengan semacam sergahan atau mungkin apologi. Antara keberhasilan dan kejujuran bukan sesuatu yang harus saling terkait. Sebuah usaha dinyatakan berhasil manakala mencapai target atau tujuan yang telah ditentukan. Banyak halangan merintangi usaha. Karenanya butuh ketekunan, kelicinan, keuletan dan bisa jadi kelicikan untuk mengecoh halang rintang itu. Otomatis di situ terjadi bermacam manipulasi. Setidaknya manipulasi terhadap diri sendiri.
Tekun berarti harus memanipulasi diri saat jiwa merasa malas, lelah, capai, bosan menjadi sebuah semangat, gigih dan sebagainya. begitupula dengan licin, ulet dan licik. Jadi bisa dipahami, dari sini saja kita telah menemukan jurang antara kejujuran diri dengan keberhasilan.
Sidang noters yang dimulyakan facebook...
Kegilaanku yang memanfaatkan alam bawah sadar untuk mengungkap rasa (cinta) yang sesungguhnya itu berbuah keikhlasan dan ketenangan. Dan mungkin kemenangan. Kemenangan untuk diri gue sendiri.
Sidang noters yang berbahagia...
Ada seseorang yang gue pikir sangat terkena imbas dari kegilaan malam itu. Beberapa hari pasca kejadian, gue menemukannya di chatbox facebook. Lewat chat itu gue minta maaf jika ada sikap atau kata-kata yang tak berkenan di hatinya. Dia tak menjawab. Aku pun biasa saja. Terserah dia mau mandang gue apa. Saat itu hari selasa. Apapun anggapan dia padaku, besoknya tetap rabu. Sekitar 11 hari kemudian, aku melihat sosok perempuan itu di kantin Ushuluddin. Hatiku bergetar.
Sidang noters..
Begitulah kejujuran. Hanya membahagiakan batin sendiri. Itupun kalau kita bisa ikhlas. Kejujuran akan sangat sulit menuai hasil sebuah usaha. Seperti gue jelasin di atas, usaha membutuhkan berbagai manipulasi.
Oya sampai lupa, noters ini dibuat untuk menegaskan bahwa minimnya keberadaanku di kampus atau di mata publik bukan karena kejadian malam gila itu. Tapi, kalau boleh jujur, karena gue lagi low budget. Banyak utang. Sehingga lebih baik di kosan. Atau nongkrong yang gratisan. Ada yang minat bantu melunasi hutang-hutang gue?? Hehe becanda.
Kalau mau menemui gue gampang. Pagi hari, kalau nggak di kampus, berarti gue tidur di kosan. Malam hari, kalau nggak di kosan, berarti gue lagi nongkrong di Pesanggrahan. Atau langsung saja call me. Cuma jangan kaget kalau hape gue nggak aktif. Sebab baterainya ML alias Mudah Lowbat...
Terima Kasih telah membaca sampai selesai... semoga kesuksesan menyertai anda...
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html